Matahariku telah berubah menjadi bulan. Bulan yang indah. Kok? Ada apa ini?! Bulanku meredup! Aku berlari tana henti. Aku takut. Sangat takut! Aku tak tau harus apa, badanku terasa dingin. Udaranya menyadi dingin. Aku bbutuh pelukan. Astaga! Disini gelap sekali. Kamu dimana? Aku berlari semakin kencang menyusuri jalan yg tak terlihat ini. Tak ada cahaya setitikpun, Sayang. Kegelapan ini membuatku takut hingga rasanya badan ini ngemetar. Aw! Aku terjatuh. Disini lembab, sepertinya habis ada air mata.
Aku harus kemana? Hm.. sepertinya aku mendengar suaramu. Tpi dimana?! Apa aku harus mengikuti suaramu? Tp, jalan ke arah suaramu terlalu licin. Kali ini aku tak memperdulikan ketakutan gelapku, tp aku takut terjatuh untuk yg ke-2 kalinya. Tapi tak apa, aku menyayangimu, akan aku lawan ketakutanku. Kakiku sakit, mgkn efek terjatuh td.
Aku mendekati suaramu, tp knp suaramu semakin jauh? Sayang, tunggu aku. Jangan pergi sebelum kita bertemu. Aku sudah mulai lelah skrg. Jngan membuatku sia-sia utk kali ini. Tunggu aku! Tiba-tiba aku sadar, kenapa aku tak sampai2?? Kamu dimana?Aku mulai rapuh...-
Sayang, aku menemukan setitik cahaya di depan sana, tp mengapa bukan suaramu diarah sana? aku bingung.. Cahaya itu semakin terang, tp mengapa suara itu semakin jelas bukan suaramu? Sayang, aku sudah tidak di kegelapan lagi. Aku sudah di tempat dimana matahariku ada. Aku melihat sosok itu. Kamu menungguku? Tunggu aku, aku sedang berlari kencang utk memelukmu dengan erat. Maaf jika saat ini penampilanku sangat jelek. Aku habis terjatuh dalam kegelapan, disana banyak air mata, banyak ketakutan.
Astaga aku salah lagi! Aku memeluk org yang salah, mengapa dia tersenyum Sayang? Aku mendengar. Ya, aku mendengar suaramu, ada dibelakang ku. Aku berbalik Tapi kau tak ada.:_( Itu suaramu lagi! Suaramu? Mengapa suaramu ada didalam kegelapan itu? Kamu dimana?!! Aku mulai mengkhawatirkanmu!
Aku sudah berada di mana semua terlihat jelas, apa aku harus berbalik dan kembali ke dalam kegelapan utk mu?
No comments:
Post a Comment